Jenis-jenis Luka Yang Disebabkan OLeh Jerawat

Jerawat memang sangat mengganggu karena biasanya jerawat sangat sulit untuk dihilangkan, bahkan jerawat dapat mengganggu kita 2 kali. Pertama jerawat mengganggu karena membuat kulit terlihat tidak sempurna, kemudian yang kedua walaupun jerawat sudah disembuhkan tetapi dapat meninggalkan bekas luka yang akan terlihat seumur hidup, menjadi semacam pengingat akan kehadirannya.

Berikut adalah beberapa jenis luka bekas jerawat yang biasa terjadi:
jenis luka jerawat

  • Jenis luka Icepick
    Jenis luka ini biasanya sempit & dalam yang membuat kulit seperti habis ditusuk oleh tusukan es. Jenis luka ini berukuran < 2 mm dengan kedalaman luka mencapai lapisan dermis atau subkutan. Jenis luka ini biasanya terlalu dalam untuk dapat ditangani melalui proses dermabrasi ataupun laser resurfacing.
  • Jenis luka Boxcar
    Jenis luka ini biasanya mempunyai dasar luka yang berbentuk bulat ataupun oval dengan bagian permukaan yang bersudut tajam. Tidak seperti jenis luka Icepick, jenis luka Boxcar biasanya tidak meruncing di bagian dasarnya. Bekas luka yang dangkal dengan kedalaman antara 0,1 -0,5 mm dapat ditangani melalui teknik skin resurfacing sedangkan bekas luka yang lebih dalam > 0,5 mm memerlukan teknik yang lebih menyeluruh.
  • Jenis luka Rolling
    Jenis luka ini terjadi akibat tarikan antara lapisan kulit dengan bagian kulit yang lebih dalam sehingga menimbulkan efek kulit yang terlihat bergelombang.
  • Jenis luka hipertropik / keloid
    Luka hipertropik merupakan luka dimana permukaan luka terlihat naik melebihi bekas luka aslinya & dapat mengecil kembali seiring berjalannya waktu. Akan tetapi untuk keloid sendiri merupakan pertumbuhan jaringan di daerah luka yang melebihi daerah lukanya, bekas lukanya sendiri terlihat elastis, padat & terkadang menimbulkan gatal.

Penanganan Luka Bekas Jerawat
Ada beberapa prosedur yang dapat digunakan untuk memperbaiki luka bekas jerawat, dan setiap prosedur memiliki kelebihan & resikonya masing-masing. Terkadang juga beberapa prosedur dikombinasikan untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

Berikut adalah beberapa prosedur yang dapat digunakan untuk penanganan luka bekas jerawat:
  • Laser resurfacing
    Prosedur ini biasanya dilakukan oleh dokter spesialis kulit / dermatologist dengan cara menghilangkan lapisan teratas kulit yang rusak serta mengencangkan lapisan tengah kulit sehinga kulit dapat menjadi mulus. Untuk menghilangkan rasa nyeri, biasanya dokter akan terlebih dahulu memberi anestesi secara lokal. Biasanya kulit memerlukan waktu 3-10 hari untuk pulih.
  • Dermabrasion
    Cara lain yang digunakan adalah dengan menggunakan sikat kawat yang halus ataupun alat yang menggunakan berlian untuk mengkikis permukaan kulit. Pada saat kulit pulih, maka lapisan yang lebih halus akan menggantikan lapisan kulit yang terkikis tadi. Perlu waktu yang lebih lama lagi bagi kulit untuk pulih dari prosedur ini, biasanya antara 10 hari sampai dengan 3 minggu.
  • Laser therapy
    Prosedur yang menggunakan fractional laser therapy ini bekerja dilapisan kulit yang lebih dalam dibandingkan laser resurfacing ataupun dermabrasion. Dan karena perawatan ini tidak membuat luka pada lapisan atas kulit, maka waktu pemulihannya menjadi lebih cepat akan tetapi biaya terapinya memang lebih mahal dibandingkan prosedur di atas.
  • Dermal fillers
    Terkadang dokter akan menyuntikkan bahan tertentu yang dapat mengisi luka yang bolong tersebut sehingga terlihat lebih rata & halus. Bahan yang biasa disuntikkan adalah lemak, collagen sapi, collagen manusia, derivat asam hyaluronat dll. Injeksi ini biasanya tidak bersifat permanen, sehingga diperlukan suntikan-suntikan berikutnya.
Selain prosedur di atas ada juga beberapa prosedur operasi kecil yang dapat dilakukan untuk jenis luka yang lebih dalam lagi seperti : Punch Excision, Punch Excision with Skin Graft Replacement, Punch Elevation ataupun Subcutaneous Incision.

Bolehkan Penderita Ginjal Kronik dan Batu Ginjal Awal Berpuasa

Penderita gangguan ginjal memang harus mengatur asupan air minumnya. Ada yang harus mengonsumsi banyak air tapi ada juga yang harus dibatasi minumnya. Untuk penderita ginjal stadium awal sebaiknya jangan puasa dulu.

"Untuk menentukan apakah puasa akan membahayakan atau menguntungkan pada pasien ginjal tergantung pada jenis dan derajat penyakit ginjal yang dimilikinya," ujar DR Dr Imam Effendi, SpPD-H-GH dalam acara simposium PAPDI forum 'Ibadah Berkualitas Selama Puasa Tanpa Gangguan Penyakit' di gedung Graha Purna Wira, Jakarta, Sabtu (7/8/2010).

Dr Imam mengatakan pada orang yang menderita batu ginjal stadium awal memerlukan asupan air yang banyak bahkan hingga 4 liter per hari.

Hal ini akan sulit dicapai jika seseorang berpuasa, karenanya beberapa orang yang didiagnosis menderita batu ginjal stadium awal disarankan untuk tidak berpuasa. Jika kondisinya sudah membaik, penderita baru boleh berpuasa.

Sebaliknya pada orang yang memiliki penyakit ginjal kronik, baik yang sudah melakukan cuci darah (dialisis) atau belum pada umumnya boleh menjalani puasa. Hal ini karena jumlah urine yang dikeluarkan cenderung menurun atau justru tidak ada sama sekali, sehingga orang tersebut harus membatasi asupan cairannya. Hal ini tentu saja tidak akan mengganggu puasanya.

Dr Imam menuturkan penyakit ginjal dibatasi menjadi dua hal yaitu batu ginjal dan penyakit ginjal kronik. Karenanya perawatan yang diberikan untuk kedua penyakit tersebut juga berbeda, termasuk dalam hal jumlah asupan cairan yang dibutuhkan.

"Namun untuk komposisi makanan pada penderita ginjal umumnya tidak perlu diganti, hanya jumlah asupan cairan yang perlu diperhatikan," ujar dokter kelahiran Magelang 61 tahun silam.

Dr Imam menambakan untuk mengetahui apakah ada gangguan pada fungsi ginjalnya atau tidak bisa dilakukan pemeriksaan darah ureum kreatinin, darah cystatin C atau ronsen renogram.

Ginjal merupakan organ yang terletak di belakang pinggang, berbentuk seperti kacang merah dan berukuran 10x3 cm. Salah satu fungsi utama dari ginjal adalah membuang air dan racun-racun hasil metabolisme di tubuh. Sementara itu fungsi lainnya adalah membuat hormon eritropoetin dan mengatur metabolisme fosfor dan kalsium.

Jika ada penyakit atau gangguan pada ginjalnya, maka bisa mempengaruhi ukurannya seperti ginjal akan membesar pada orang yang memiliki diabetes, ada batu ginjal atau kanker leher rahim pada perempuan. Lalu ginjal juga bisa mengecil jika ditemukan adanya penyakit ginjal kronik.

Senam Diabetes Untuk Mencegah Terkena Penyakit Diabetes

Di Indonesia sendiri ada senam kesehatan yang terutama ditujukan untuk penderita diabetes, senam tersebut adalah senam diabetes. Senam diabetes dibuat oleh para spesialis yang berkaitan dengan diabetes, diantaranya adalah rehabilitasi medis, penyakit dalam, olahraga kesehatan, serta ahli gizi dan sanggar senam.

Gerakan senam diabetes merupakan gerakan yang energik, tapi tidak mengentak seperti pada senam kesegaran jasmani (SKJ) namun juga tidak low impact seperti pada senam lansia. Yang terutama gerakan senam diabetes sendiri mampu untuk membakar kalori tubuh sehingga juga dapat menurunkan kadar gula darah. Variasi gerakan dalam senam diabetes sendiri cukup banyak sehingga senam diabetes tersebut bisa menggerakkan semua bagian tubuh, mulai dari kepala hingga ujung kaki. Gerakan yang bervariasi pada senam tersebut juga berfungsi sebagai media latihan mengingat pada otak, karena dengan membiasakan otak bekerja akan dapat membantu meningkatkan daya ingat dan mencegah terjadinya pikun.

Karena manfaatnya yang banyak, senam diabetes sebenarnya tidak hanya diperuntukkan bagi kalangan diabetisi saja. Tapi, senam diabetes tersebut juga bisa dilakukan oleh orang yang bukan penderita diabetes, dengan tujuan untuk mencegah supaya tidak terkena penyakit diabetes.

Berikut adalah gerakan senam diabetes:

  • Pemanasan 1
    Berdiri di tempat. Angkat kedua tangan ke atas selurus bahu. Kedua tangan bertautan. Lakukan bergantian dengan posisi kedua tangan di depan tubuh.
  • Pemanasan 2
    Berdiri di tempat. Angkat kedua tangan ke depan tubuh hingga lurus bahu. Kemudian, gerakkan kedua jari tangan seperti hendak meremas. Lalu, buka lebar. Lakukan secara bergantian, namun tangan diangkat ke kanan-kiri tubuh hingga lurus bahu.
  • Inti 1
    Posisi berdiri tegap. Kaki kanan maju selangkah ke depan. Kaki kiri tetap di tempat. Tangan kanan diangkat ke kanan tubuh selurus bahu. Sedangkan tangan kiri ditekuk hingga telapak tangan mendekati dada. Lakukan secara bergantian.
  • Inti 2
    Posisi berdiri tegap. Kaki kanan diangkat hingga paha dan betis bentuk sudut 90 derajat. Kaki kiri tetap di tempat. Tangan kanan diangkat ke kanan tubuh selurus bahu. Sedangkan tangan kiri ditekuk hingga telapak tangan mendekati dada. Lakukan secara bergantian.
  • Pendinginan 1
    Kaki kanan agak menekuk, kaki kiri lurus. Tangan kiri lurus ke depan selurus bahu. Tangan kanan ditekuk ke dalam. Lakukan secara bergantian.
  • Pendinginan 2
    Posisi kaki bentuk huruf V terbalik. Kedua tangan direntangkan ke atas dengan membentuk huruf V.
Senam ini sebaiknya rutin dilakukan setiap hari atau setidaknya 2-3 kali seminggu sehingga akan mendapatkan manfaat yang maksimal. Di rumah sakit ataupun klub penderita diabetes, biasanya mereka rutin mengadakan acara senam tersebut setiap pagi selama dua kali seminggu.

Manfaat Berolah Raga Bagi Penderita Diabetes

Olahraga secara teratur sangat penting bagi penderita diabetes karena dapat mengontrol kadar gula darah serta menurunkan berat badan dan tekanan darah. Penderita diabetes yang berolahraga secara rutin juga lebih jarang untuk mengalami serangan jantung ataupun stroke dibandingkan yang kurang berolahraga.

Penyebab kenapa olahraga dapat membantu mengontrol kadar gula darah adalah karena pada saat olahraga, sel-sel di otot bekerja lebih keras sehingga lebih membutuhkan gula dan oksigen untuk dibakar menjadi tenaga dibandingkan saat beristirahat. Olahraga juga membantu kerja dari insulin karena gula dalam darah dialirkan ke dalam sel otot untuk dirubah menjadi energi sehingga otomatis kadar gula didalam darah akan menurun sehinga akan meringankan kerja dari insulin.

Berikut adalah beberapa manfaat lain dari olahraga secara rutin terhadap penderita diabetes:

  • Mengontrol gula darah, terutama pada diabetes tipe 2, sedangkan bagi diabetes tipe 1 masih merupakan problematik.
  • Menghambat dan memperbaiki faktor resiko penyakit kardiovaskular yang banyak terjadi pada penderita diabetes, seperti Penyakit Jantung Koroner (PJK), stroke dan penyakit pembuluh darah perifer.
  • Membantu program penurunan berat badan pada penderita diabetes yang juga mengalami obesitas, terlebih lagi apabila dilakukan bersama dengan pengaturan pola makan.
  • Memberikan keuntungan psikologis, olah raga yang teratur dapat memperbaiki tingkat kesegaran jasmani karena memperbaiki sistem kardiovaskular, respirasi, pengontrolan gula darah sehingga penderita merasa fit, mengurangi rasa cemas terhadap penyakitnya, timbul rasa senang dan lebih meningkatkan rasa percaya diri serta meningkatkan kualitas hidupnya.
  • Mengurangi kebutuhan pemakaian obat oral dan insulin.
  • Mencegah terjadinya diabetes yang dini terutama bagi orang – orang dengan riwayat keluarga penderita diabetes ataupun bagi yang masuk dalam golongan pre diabetes.
Olahraga yang dianjurkan untuk penderita diabetes adalah olahraga aerobic low impact dan rithmis seperti senam, jogging, berenang dan naik sepeda, sedangkan latihan resistensi statis tidak dianjurkan (seperti angkat beban dll). Porsi latihan juga harus diperhatikan, latihan yang berlebihan akan merugikan kesehatan, sedangkan latihan yang terlalu sedikit tidak begitu bermanfaat. Penentuan porsi latihan tersebut harus memperhatikan intensitas latihan, lama latihan dan frekuensi latihan.

Secara praktis intensitas latihan yang dilakukan oleh klub – klub bagi penderita diabetes dinilai dengan:
  • Target nadi / area latihan.
  • Kadar gula darah sebelum dan sesudah latihan.
  • Tekanan darah sebelum dan sesudah latihan.

Cara Mencegah Dampak Buruk Narkoba Pada Saat Kehamilan

Di Amerika Serikat, hampir 4% dari wanita hamil menggunakan narkotika & bahan berbahaya lainnya seperti ganja, kokain, ecstasy & heroin. Pada akhirnya wanita hamil yang menggunakan narkotika & bahan berbahaya biasanya juga terlibat dalam perilaku tak sehat lainnya yang dapat beresiko terhadap janin yang dikandungnya seperti minum alkohol, merokok, malnutrisi atau menderita penyakit infeksi seksual.

Cacat pada janin & masalah kesehatan lain yang dapat timbul akibat penggunaan narkotika & bahan berbahaya sebenarnya dapat dicegah seluruhnya. Caranya adalah dengan menghentikan penggunaan narkotika & bahan berbahaya lainnya sebelum hamil atau mencegah terjadinya kehamilan sebelum merasa yakin dapat menghindari narkotika saat hamil. Apabila ternyata baru mengetahui hamil saat masih mengkonsumsi narkotika & bahan berbahaya lainnya (kecuali heroin), maka sebaiknya hentikan penggunaan bahan-bahan tersebut segera setelah mengetahui dirinya hamil. Hal ini karena bahaya akan terus meningkat apabila terus digunakan. Bagi yang menggunakan heroin, sebaiknya konsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai terapi untuk menanggulangi gejala putus obat.

Dampak Bahaya Narkotika / Narkoba Buat Kehamilan

Seperti telah disebutkan sebelumnya, narkoba dapat berbahaya baik pada tahap tertentu kehamilan ataupun pada setiap tahap kehamilan. Berikut adalah contoh efek berbahaya dari beberapa jenis narkotika apabila digunakan oleh wanita hamil.

  1. Kokain & Methamphetamine
    Kokain & Methamphetamine merupakan stimulant yang kuat terhadap sistem syaraf pusat. Kedua jenis zat tersebut dapat menekan nafsu makan, mempersempit pembuluh darah sehingga jantung berdetak lebih kencang & tekanan darah menjadi lebih tinggi. Akibatnya pertumbuhan janin menjadi terganggu & meningkatnya resiko untuk terjadi keguguran, kelahiran premature & abruptio placentae (terlepasnya sebagian plasenta dari dinding rahim, yang dapat menyebabkan terjadinya pendarahan).

    Apabila kedua jenis zat berbahaya tersebut dikonsumsi pada kahir kehamilan, maka dapat menyebabkan bayi yang terlahir mengalami ketergantungan zat berbahaya juga & menderita gejala putus obat (sakaw) seperti kejang, tidak bisa tidur & kram otot. Para ahli juga percaya bahwa di kemudian hari, mereka juga akan mengalami kesulitan belajar.

  2. Heroin & Narkotika lain
    Penggunaan narkotika dalam jumlah yang besar meningkatkan resiko kelahiran bayi secara premature yang juga disertai dengan masalah kesehatan lainnya seperti lahir dengan berat badan rendah, mengalami kesulitan bernafas, kadar gula darah yang rendah & perdarahan di kepala (intracranial hemorrhage).

    Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang mengalami ketergantungan narkotika, sering juga dilahirkan dalam kondisi ketergantungan juga & menderita gejala putus obat seperti muntah, diare & kaku pada persendian.

    Wanita yang menggunakan narkotika dengan cara di suntik, juga beresiko besar untuk tertular penyakit menular seperti HIV yang dapat berkembang menjadi AIDS. Wanita hamil yang mengidap virus HIV beresiko besar untuk menularkan infeksi tersebut kepada bayi yang dikandungnya.

  3. Kokain
    Penggunaan kokain selama kehamilan dapat mempengaruhi wanita hamil & janin yang dikandungnya dalam berbagai cara. Pada masa awal kehamilan, kokain dapat meningkatkan resiko terjadinya keguguran. Kemudian pada tahap berikutnya, dapat memicu terjadinya kelahiran premature, lahir dengan berat badan rendah atau terganggunya pertumbuhan janin. Bayi yang lahir secara prematur dengan berat badan lahir rendah akan meningkatkan resiko untuk mengalami gangguan mental, cerebral palsy bahkan kematian. Bayi yang terkena pengaruh dari kokain juga cenderung memiliki ukuran kepala yang kecil, yang secara umum menunjukkan ukuran otak yang lebih kecil juga & meningkatkan resiko untuk mengalami kesulitan belajar.

  4. Ganja
    Penelitian mengenai efek penggunaan ganja oleh wanita hamil sebenarnya tidak terlalu spesifik. Hal ini karena biasanya ganja digunakan berbarengan dengan obat lain, rokok & alcohol. Seperti bahan berbahaya lainnya, maka penggunaan ganja saat kehamilan beresiko menyebabkan kelahiran bayi premature & bayi lahir dengan berat badan rendah.

Jenis Jenis Narkotika Yang Sering DisalahGunakan Orang

  1. Opium
    Opiat atau opium adalah bubuk yang dihasilkan kangsung oleh tanaman yang bernama poppy / papaver somniferum. Dimana dari opium dapat dibuat berbagai jenis narkoba lainnya.

  2. Morfin
    Mofrin adalah alkoloida yang merupakan hasil ekstraksi serta isolasi opium dengan zat kimia tertentu. Morfin biasanya digunakan untuk penghilang rasa sakit bagi pasien penyakit tertentu. Dampak atau efek dari penggunaan morfin yang sifatnya negatif membuat penggunaan morfin diganti dengan obat-obatan lain yang memiliki kegunaan yang sama namun tidak menimbulkan efek samping adiksi bagi pemakainya.

  3. Heroin
    Heroin adalah keturunan dari morfin atau opioda semi sintetik dengan proses kimiawi yang dapat menimbulkan ketergantungan. Heroin biasanya digunakan dengan cara disuntik ke otot, dibawah kulit ataupun pembuluh vena.

  4. Kodein
    Kodein adalah obat yang dihasilkan dari tanaman opium yang berfungsi sebagai obat batuk. Karena sifatnya tersebut maka penggunaan kodein sebagai obat diawasi dengan ketat.

  5. Opiat Sintetis
    Jenis obat yang berasal dari opiat buatan tersebut seperti metadon, petidin dan dektropropoksiven yang berfungsi sebagai obat penghilang rasa sakit. Opiat sintetis ini sering digunakan untuk pengobatan bagi para pecandu narkoba, karena dapat memberi efek seperti heroin, namun kurang menimbulkan efek adiksi (ketagihan / kecanduan).

  6. Kokain
    Kokain adalah bubuk kristal putih yang didapat dari ekstraksi serta isolasi daun coca (erythroxylon coca) serta menimbulkan efek euphoria (kegembiraan) yang besar.

  7. Ganja
    Tanaman ganja adalah tanaman semak/perdu. Namun yang lebih dikenal dari tanaman ganja adalah kandungan zat pada bijinya yaitu tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol). THC ini dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab).

Artikel Lainnya :